Langsung ke konten utama

Kemakan omongan.

Aigooo,
Times running fast, things changes.

Fyi, when i typed every words of this post, i had playing I Love You by 2NE1 for accompanying me. Several times. Repeated.


Yahh, ini nih yg namanya nelen ludah sendiri.
Beberapa bulan lalu gue selalu menganggap aneh orang orang yang addicted sama KPop.
Korean - Pop, bukan Kampungan - Pop.
*even my opinion is the second one (-,-)"
Di gereja pun, disaat breaktime pasti yg namanya Mega, Megi, Devina, Ellen ngomongin korea, dan gue tetep aja nganggep bahan pembicaraan mereka itu ngga penting.
2PM lah, Super Junior lah, Junsu lah, BigBang lah, Beng Beng lah.
Buat gue, boyband itu identik sama cowo cowo unyu, yg bahkan meres celana jeans yg abis dicuci pasti gabisa. Melihat boyband di negeri sendiri mengecewakan, makanya gue berstereotype sama terhadap boyband Korea.
Well, disaat itu gue masih mem-favorit-kan recycle-an Glee.
Astaga, kalo diinget-inget lagi beneran malu gue.
Gue bahkan inget banget kalo gue sempet bilang gue benci korea-korea-an.


Sekarang?
Wallpaper laptop dan hp gue menampilkan 9 cewe korea bening yg baru baru ini ngeliris single jepang bertajuk Paparazzi, dan gue kenal masing masing mereka.
Di iTunes gue bikin playlist baru yg beberapa judul lagunya masih berformat Hangul dan gue belom bisa bacanya. dan gue lebih sering pasang playlist ini daripada playlist yg lain
Gue bikin shortcut folder di Dock laptop yg berisi 15 serial korea, masing-masing 20 episode ditambah 99 episode Running Man. Di tonton kalo ada waktu luang di kantor dan kalo udah pulang kerja.
Buku agenda gue berisi beberapa terjemahan dan cara baca Hangul.
Gue follow @allkpop, @KoreanUpdates, dan @KKC_Indonesia.
Dan tentunya gue nyambung kalo ngobrol sama Mega-Megi-Devina-Ellen.



Sangat bertolak belakang bukan?



Komentar

  1. hahahahhahahahaaaa!!!!
    Mega Megi said : "itu lebih baik daripada Lady Gaga"
    Yaaa 11:12 gue sama lo, cuma bedanya gue dulu benci sama SNSD doang, tapi sekarangggggg....... -__________-

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Choir Tiberias Senayan City

sampe skarang gue ngga bisa bayangin apa jadinya gue kalo gue ngga ketemu sama satu komunitas yg luar biasa ancur ini (mungkin agak lebai yah)
tapi emang bener.
ini adalah salah satu anugerah Tuhan yg keren banget dalam hidup gue.

gue ngga pernah nyesel bisa kenal TIBERIAS CHOIR.
terlebih keluarga baru gue : TIBERIAS CHOIR SENAYAN CITY
makasih ya kak sarah saya ditaro disini ;))
Choir Tiberias SenCy ini beranggotakan 11 orang aktif sampai saat ini.

1. Bella : cewe kelas 1 SMK tapi jiwanya masih kelas 6 SD
2. Dape : umur 20taun muka 16taun (??)
3. Devina : si sipit adenya jesika yg kerjaannya BBMan mulu, tapi takut kalo disuruh nge-leader, hahaha
4. Candra : hambaNya yg suka telat. sekali dia ngomong tentang kasih karunia, ngga ada yg bisa ngejawab !
5. Ellen : si cumi seksi konsumsi, kalo dia ngga masuk, gue mendadak laper (????)
6-7. Mega - Megi : si kembar menado anak BSD yg paling update soal Boanerges
8. Nadya : si Chubby, memiliki kisah tersendiri dalam gereja Tiberias. hahahaha
9. Paulus : an…

"Where words fail, music speaks."

Pernah kebayang ngga sih lo orang hidup ga ada musik?

Ga ada lagu, ga ada nada.
Ga ada alat musik.
Ga ada soundtrack.
Ga ada sound effects di film2 atau di FTV-yang-bisa-bikin-supir-angkot-sama-orang-kaya-jadian
Ga ada suara2 yg bikin tegang kalo Tersanjung-6-mau-bersambung-trus-muka-artisnya-zoom-in-zoom-out.
Ga ada tuh india joget2 di taman bunga atau ballroom wedding.


I think, I really can NOT live in that kind of world.
It could be boring. So damn boring.

Gw kalau pergi kemanapun, apalagi jaraknya agak jauh, earphone adalah barang yang bener2 harus standby.
Selama di kantong celana gw masih ada duit, it doesn’t matter if I left my wallet at home.
Tapi kalo udah namanya earphone ketinggalan, no matter how far, gw harus balik lagi ngambil earphone.
Gw bukan tipe orang yg royal (ya, bukan royal, tapi hedon -__-)
Gw ngga berpikir 2x untuk beli earphone yg mungkin harganya sama kaya harga henpon2 cina yg kameranya ada 4
Iya empat.
Ha?
Ya menurut lo aja, gw bacanda juga kali. Buat apa ju…

Lionheart(ed)

Lionheart. It usually means brave, since the lion has always been a symbol of courage. This ‘lion-heart’ term is used for a person who possesses exceptional courage and fortitude. He must be a bold person. He can deal with any kind of danger or fear. The courage that makes it such has to have come from a heart that has too much strength and determination. Fearlessness is the attribute that most closest to being a Lionheart.
To take any challenge head on despite the obvious resistance, just a step prior to being suicidal, is a Lionheart, for having the power within him to overcome any obstacles on his way.

In the other side, it also means that his mind is like a King – who care for others and not selfish, who doesn’t harm others for no reason.

Eventually, all the picture about Lionheart above still hasn’t reached me yet. Am I brave? Am I that bold? Do I believe in myself? Can I deal with all the obstacles? Still I care for others rather than mine?
Not yet.
Then why Sam?
For being stron…