Langsung ke konten utama

:)


Well thankyou ask.fm

No. I mean my-posts-reader on ask.fm
Udah lama banget ga visit blog sendiri. Mungkin karna sibuk kerja jadi ga ada inspirasi buat posting.
Di kantor sih depan komputer mulu, tapi boro-boro mau posting, email aja masih banyak yg gw cuekin.
Apalagi gw sangat sangat sadar kalo sense of humor gw berkurang.
It going less day by day. Idkw.
Tapi gw sangat menghargai orang-orang yg mau buang waktu berharganya buat baca blog gw.
Hahaha, so thankyou for all of you, readers. Tanpa kalian gw bukanlah apa2
*angkat tinggi piala esceteve-ewerds*
…..
Yaelah.



Well, hello 2014.
So so late, secara ini bulan ketiga dan gw baru say hello.
Bukannya ngeluh, tapi for sure kerjaan di kantor gw ini nggakirakira :(
(FYI, per November 2013 kemarin gw bergabung di 3M Ind)
Jadi weekdays activity gw cuma tidur-ngantor-tidur-ngantor.
Ya, tentunya dengan makan, mandi, dan kentut di sela-selanya.
Tapi gw jalanin ini dengan sukacita.
Cara gw masuk company ini, I call it Miracle.
Eh nggak deng.
I call it Miracles.
Gw menyaksikan banyak orang-orang yg ngga lolos masuk company ini yang gelarnya jauh diatas gw, yang cuma lulusan esema.
Then masih banyak hal yang Tuhan buat atas gw disini, so I can’t stop thanking God then.
Terimakasih Tuhan.
Terimakasih.


2013.
Many thing happened.
Many things beatify.
Many things irritate.
Many things (well, sorry to say) assassinate.
But then, many happy things returned.

Overall, many things learned.
As I told you before, lesson is everywhere.

Satu hari, gw harus ke bekasi, ketemu oma sama adik2 gw.
Emang udah lama kita ga gereja bareng, karna hari minggu biasanya oma gw ngga ibadah di cabang gereja tempat gw pelayanan. Beliau lebih milih yang deket rumah, means jauh dari gw.
Akhirnya gw ijin untuk ngga pelayanan hari itu dan gw ke bekasi.
We have a great quality times. A lot.
I do thank God for the togetherness.

Besoknya, malam hari saat gw jalan pulang abis cari makan, gw ada di posisi terdepan pas lampu merah.
Dan terlihat seorang bapak paruh-baya mendorong gerobak, dengan seorang ibu dan anak umur 3-tahunan didalamnya.
Ibu itu seakan-akan menunjukkan indahnya lampu-lampu jalanan dari mobil dan gedung2 di Jakarta pada malam hari ke anaknya, dan bapaknya tersenyum lepas melihatnya sambil terus mendorong gerobak itu menyebrangi gw.
Sungguh, kalo hp gw ngga mati karna lobatt, pasti gw cari cara buat foto diem2.
A true happiness. A true love.
Momen yang terlalu manis untuk dilewatkan.
Klakson2 orang menyadarkan gw bahwa sudah lampu hijau setelahnya.
Di perjalanan, gw merenung, gw berdoa.
Gw bersyukur, kalau keadaan gw sebenarnya jauh lebih baik dari pemandangan yang gw saksikan tadi.
Mereka bahkan terlihat bahagia, dan seketika gw malu mengingat saat2 gw mengeluh karna hal-hal yang ngga memuaskan gw.
Well, thank God for forgiving me, and thank You for everything I have for now on.


Hahaha. Lagi2 didn’t mean to being pointless nih.
Gw cuma mau share disini, betapa bersyukurnya gw atas apapun yang sudah gw hadapi dan lewati.
At least, sebagaimanapun keadaan gw, gw tau Tuhan ngga pernah ninggalin gw.



“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!”
2 Kor 9:15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Where words fail, music speaks."

Pernah kebayang ngga sih lo orang hidup ga ada musik?

Ga ada lagu, ga ada nada.
Ga ada alat musik.
Ga ada soundtrack.
Ga ada sound effects di film2 atau di FTV-yang-bisa-bikin-supir-angkot-sama-orang-kaya-jadian
Ga ada suara2 yg bikin tegang kalo Tersanjung-6-mau-bersambung-trus-muka-artisnya-zoom-in-zoom-out.
Ga ada tuh india joget2 di taman bunga atau ballroom wedding.


I think, I really can NOT live in that kind of world.
It could be boring. So damn boring.

Gw kalau pergi kemanapun, apalagi jaraknya agak jauh, earphone adalah barang yang bener2 harus standby.
Selama di kantong celana gw masih ada duit, it doesn’t matter if I left my wallet at home.
Tapi kalo udah namanya earphone ketinggalan, no matter how far, gw harus balik lagi ngambil earphone.
Gw bukan tipe orang yg royal (ya, bukan royal, tapi hedon -__-)
Gw ngga berpikir 2x untuk beli earphone yg mungkin harganya sama kaya harga henpon2 cina yg kameranya ada 4
Iya empat.
Ha?
Ya menurut lo aja, gw bacanda juga kali. Buat apa ju…

Choir Tiberias Senayan City

sampe skarang gue ngga bisa bayangin apa jadinya gue kalo gue ngga ketemu sama satu komunitas yg luar biasa ancur ini (mungkin agak lebai yah)
tapi emang bener.
ini adalah salah satu anugerah Tuhan yg keren banget dalam hidup gue.

gue ngga pernah nyesel bisa kenal TIBERIAS CHOIR.
terlebih keluarga baru gue : TIBERIAS CHOIR SENAYAN CITY
makasih ya kak sarah saya ditaro disini ;))
Choir Tiberias SenCy ini beranggotakan 11 orang aktif sampai saat ini.

1. Bella : cewe kelas 1 SMK tapi jiwanya masih kelas 6 SD
2. Dape : umur 20taun muka 16taun (??)
3. Devina : si sipit adenya jesika yg kerjaannya BBMan mulu, tapi takut kalo disuruh nge-leader, hahaha
4. Candra : hambaNya yg suka telat. sekali dia ngomong tentang kasih karunia, ngga ada yg bisa ngejawab !
5. Ellen : si cumi seksi konsumsi, kalo dia ngga masuk, gue mendadak laper (????)
6-7. Mega - Megi : si kembar menado anak BSD yg paling update soal Boanerges
8. Nadya : si Chubby, memiliki kisah tersendiri dalam gereja Tiberias. hahahaha
9. Paulus : an…

Lionheart(ed)

Lionheart. It usually means brave, since the lion has always been a symbol of courage. This ‘lion-heart’ term is used for a person who possesses exceptional courage and fortitude. He must be a bold person. He can deal with any kind of danger or fear. The courage that makes it such has to have come from a heart that has too much strength and determination. Fearlessness is the attribute that most closest to being a Lionheart.
To take any challenge head on despite the obvious resistance, just a step prior to being suicidal, is a Lionheart, for having the power within him to overcome any obstacles on his way.

In the other side, it also means that his mind is like a King – who care for others and not selfish, who doesn’t harm others for no reason.

Eventually, all the picture about Lionheart above still hasn’t reached me yet. Am I brave? Am I that bold? Do I believe in myself? Can I deal with all the obstacles? Still I care for others rather than mine?
Not yet.
Then why Sam?
For being stron…