11 Feb 2016

Love is not about Gender? Are you sure?

Adalah satu waktu di rumah pas lagi nemenin ade gw belajar gw ngga sengaja menggumamkan sebuah lagu.
Karena gw repeat lagu ini terus, jadi pas lagi ngga dengerin lagunya pun gw suka menggumamkan kecil lagunya
"Ih kaksemy suka lagu itu? Itu kan lagu ngga bener iyuh"
"Ngga bener gimana?"
"Liriknya gitu, sama videonya juga gitu jijik"
"Ha? Apaan sih?"
"Ih kaksemy dukung LGBT ya ihh"

Ade gw ngga abis-abis ngejudge gw setelahnya.

Lagu itu judulnya Take Me To Church.
Gw suka awalnya karena lagu ini di-cover sama Demi Lovato
Yes, if you guys known before gw lagi suka banget sama warna suara Demi.

Akhirnya siang ini pas lagi senggang di kantor, gw coba buat liat MVnya sekalian baca liriknya.






Wagila.
Gila sih ini.
Kaco.
Beh



Sensitif, tapi emosional.
Bias, tapi dalem maknanya.



"I was born sick, but I love it."
Gilak.


Either video dan liriknya, sama-sama punya makna yang menyinggung beberapa kepercayaan ...
(even mine)
AH NO.
ESPECIALLY MINE!

...meskipun sifatnya tersirat plural.


Pandangan orang pasti akan berbeda-beda tentang lagu ini.
Gw pun masih gagal paham sama videonya.
What happened with the couple?
Who are the people with robes?
What's inside the box?
What's their fault?

Tapi dari lagunya aja gw bisa sedikit menggambarkan bahwa whenever we are deeply in love, kita bisa saja menganggap kekasih kita lebih dari tuhan.
Means kita akan menghalalkan segala cara untuk cinta.
Gender no more identified for love.
Love is no more about gender.

Tapi balik lagi ke masing-masing opini orang sih.

Cuma entah kenapa gw nangkepnya lagu ini pas banget according life nowadays.
No offense, LGBT goes viral day by day.
Mereka ngga lagi takut buat out-of-closet.
They celebrate their freedom, of love.


Nothing we can do except pray for them.
Kita tau itu salah, and i guess they do know also.
Dan ini yang menjadi beban kita buat mengembalikan saudara-saudara kita ini ke jalan yang benar.
But since they are stubborn already, we can't do anything much.
Gw pernah sharing ini di salah satu answer gw di ask.fm
Jaman gw kerja di retail, gw pernah punya temen yang out-of closet, dan kita sempet sharing banyak hal, tapi endingnya sih selalu sama; dia kepala batu -__-



Guys,
(or whoever with this kind of condition)
Fyi, sangat tidak mungkin untuk Tuhan menciptakan manusia dengan situasi seperti itu.
Sin? Yes it is definitely.
Human-rights? No.
Roh pemberontakan itu ada dari iblis dan dia akan melakukan segala cara agar kita bisa toleransi dengan dosa.


Well, i have no good on preaching, so let this pictures explain;





















Nah buat temen-temen yang diluar dari kondisi ini.
Gw mengajak kalian semua untuk sama-sama bantu teman-teman kita yang "jatuh" dalam kegelapan ini.
Jangan benci orangnya.
as Jesus did, jauhin dosanya.
First of all, make sure you guys selalu deket sama Tuhan supaya bisa strong enough.
1 Korintus 15:33
Firman Tuhan sendiri bilang lingkungan yang buruk merusak kebiasaan kita yang baik.
Tapi sesungguhnya mata mereka butuh dibukakan. As i told you before; ini beban kita.
Kita ngga mungkin biarin mereka jatuh terlalu lama dalam dosa tanpa mereka tau kebenarannya.

Jadi minta kekuatan dari Tuhan, supaya disaat nantinya kita "terjun langsung" bertemu orang-orang ini, kita ngga ikut jatoh, tapi malah memenangkan jiwa.

They need us.
Definitely.



As we know the world goes more evil day by day, fulfill Matthew 5:13-16.









*LGBT illustration is copyright from Sion Ministry



Tidak ada komentar:

Posting Komentar